Tidak Mudah, 4 Kendala Ini Bisa Saja Anda Alami Saat Membangun Bisnis Wedding Organizer

wedding organizer salah satu bisnis pernikahan yang menguntungkan

Wedding Organizer merupakan salah satu dari sekian banyak jenis bisnis pernikahan, yang bisa menjadi peluang usaha. Untuk membangun bisnis pernikahan yang masuk dalam bisnis jasa ini memang bisa dibilang gampang-gampang susah. Namun, saat ini banyak pelaku bisnis jasa WO yang memasarkan jasanya ke platform digital, seperti Bridestory, Merityu, Weddingku, Bridetalk, dan lain-lain.

Terus mengalami peningkatan terkait pengunjung situs jasa WO tersebut, artinya bisnis ini bisa disebut sebagai salah satu bisnis yang menjanjikan bukan? Terlebih, kegiatan pernikahan akan terus selalu ada dan jasa WO pasti akan selalu dibutuhkan.

Mengapa jasa WO masih dan akan terus dibutuhkan? Hal ini terjadi karena masih banyak calon pengantin yang minim pengetahuan tentang membuat acara pernikahan, merencanakan, hal apa saja yang perlukan, alur hingga pembiayaan. Nah, sehingga, bisnis ini sangat cocok bagi Anda yang memang senang dengan organisasi dan membuat acara seperti pernikahan.

Jika Anda ingin merintis bisnis jasa WO ini dari nol, Anda bisa memulai dari hal yang kecil dulu. Seperti contohnya membuka jasa makeup pengantin atau jasa sewa baju pengantin. Namun, dibalik itu, beberapa kendala dan risiko bisa saja terjadi dalam merintis bisnis jasa WO. Apa saja kira-kira kendala yang akan Anda hadapi? Berikut rangkumannya:

1. Kurang update terkait informasi adat pernikahan

Tidak hanya acara yang mempersatukan dua insan, dalam acara pernikahan juga terdapat berbagai adat yang harus dilakukan. Indonesia sendiri memiliki banyak suku yang tentunya memiliki adat pernikahan yang berbeda-beda. Nah, di sini lah para pelaku bisnis WO harus sering-sering update masalah adat yang akan digunakan.

Tidak hanya itu, dengan adanya adat pernikahan, membuat acara tersebut bisa terlihat sakral dan memiliki momentum yang bisa dikatakan berhasil. Meski sebagian calon pengantin tidak menggunakan adat sebagai salah satu tema acaranya, namun beberapa pasangan lainnya tetap ingin menggunakan adat sebagai sarat.

Biaya yang harus dikeluarkan para calon pengantin pun pastinya akan lebih besar ketimbang menggelar pernikahan biasa atau pernikahan modern tanpa adat. Nah, di sini lah Anda bisa mendapatkan keuntungan dan kesan yang baik untuk para calon pelanggan.

 

Baca Juga: Kelebihan Pinjaman Tunai Online

2. Salah pilih vendor untuk kerja sama

Kendala yang paling sering terjadi ketika menggelar acara pernikahan adalah permintaan calon pengantin yang terlalu rumit dan berbeda-beda. Hal tersebut akan membuat Anda dituntun untuk lebih kreatif dalam merancang acara.

Tidak hanya itu, Anda pastinya tidak bisa berdiri sendiri untuk merancang acara tersebut. Terlebih Anda juga pasti membutuhkan vendor untuk kerja sama. Nah, di sini lah Anda dituntut untuk pintar memilih vendor. Karena beberapa vendor bisa saja tidak bisa diajak untuk bekerja sama dengan baik, seperti dalam hal mendesain pelaminan, memilih warna bunga, katering, dekorasi dan lain-lain.

Hal tersbut tentunya akan mempengaruhi penilaian dari dua sudut pandang, yakni oleh pengantin yang memakai jasa Anda, dan juga tamu undangan. Jika pelayanan vendor tersebut dirasa kurang memuaskan, hal tersebut tentu saja akan mengurangi reputasi bisnis WO Anda. Citra yang Anda bangun dengan baik, bisa rusak begitu saja, karena reputasi yang buruk dari vendor.

3. Mematok harga yang terlampau mahal

Menggelar acara pernikahan murah, bagus, lengkap dan berkualitas, adalah hal yang pasti diinginkan oleh setiap pasangan di Indonesia. Namun, kenyataannya, biaya untuk menikah memang tidak sedikit, bahkan semakin lama, biaya pernikahan pasti akan semakin naik. Maka dari itu, banyak pasangan yang ingin cepat-cepat menggelar pernikahan agar biayanya masih dalam angka normal.

Namun meski begitu, Anda sebagai pelaku bisnis WO, juga tidak boleh mematok harga yang terlampau mahal dengan kualitas yang biasa-biasa saja. Anda bisa siasati dengan membuat level harga dari yang termurah sampai yang termahal, namuan dengan kualitas dan fasilitas yang sesuai pastinya.

4. Banyak kasus penipuan bermodus wedding organizer

Anda sebagai pelaku bisnis WO harus memperhatikan betul dalam hal promosi. Terlebih, saat ini banyak kasus penipuan berkedok WO yang bisa saja memakai merek dagang yang sudah Anda kembangkan dengan baik. Sehingga, Anda harus benar-benar menegaskan terkait tindakan penipuan yang misalnya mengatasnamakan merek Anda.

Nah, di sini lah Anda harus bisa melakukan tantangan bagaimana cara Anda bisa meyakinkan calon pelanggan agar mau menggunakan jasa yang Anda miliki. Misalnya dengan menggunakan gambar realpict, memperlihatkan testimoni, mencantumkan lebih dari satu nomor yang bisa dihubungi, dan juga alamat website, media sosial hingga alamat kantor.

Itu lah beberapa kendala yang mungkin Anda temui dalam merintis bisnis pernikahan berupa WO. Namun, jika Anda ingin mengembangkan bisnis pernikahan lainnya yang lebih simple dengan modal yang minim, beberapa ide bisnis ini mungkin bisa Anda terapkan. Apa saja? Anda bisa membacanya di link berikut ini:

https://www.cekaja.com/info/ide-bisnis-pernikahan-yang-simpel-dan-banyak-untung/

Tinggalkan Balasan